Aksi ini adalah bentuk solidaritas mereka terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Universitas Haluoleo beberapa waktu yang lalu.
Â
Para mahasiswa ini mendatangi DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Senin (31/03/08). Di gedung dewan mereka melakukan orasi secara bergantian. "Aparat kepolisian yang represif tidak boleh dibiarkan. Kapolda harus mundur," ujar Sulkifli, salah seorang mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) saat memberikan orasi.
Para mahasiswa ini awalnya berkumpul di kampusnya masing-masing. Namun beberapa saat kemudian, mereka bergerak ke gedung DPRD Sulsel.
Â
Selain meminta Kapolda dicopot, mereka juga menuding walikota Kendari tak ubahnya preman. "Walikota Kendari memelihara preman, dia menyusupkan preman ke gerakan mahasiswa. Dia harusnya diturunkan dari jabatannya," ujar mahasiswa.
Â
Sejak bentrok antara aparat dan mahasiswa terjadi, aksi solidaritas di Makassar terus dilakukan oleh para mahasiswa. Dari sekian aksi, aksi ini adalah aksi dengan jumlah massa terbesar.
Â
Usai melakukan orasi, para mahasiswa akhirnya membubarka diri. Mereka pulang, dengan mengendara truk dan sepeda motor yang mereka bawa.
(gun/djo)











































