Gara-garanya, wanita yang bermukim di White Rock, sebelah selatan Cairns, North Queensland, Australia itu menelepon layanan emergensi untuk melaporkan tentang bayi yang kritis.
Awalnya, petugas sama sekali tidak mengira kalau wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu hanya bergurau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Si penelepon benar-benar menjerit dan staf memberikan saran CPR (pertolongan nafas buatan) dan mereka bisa mendengar saran itu sedang dilakukan," kata Christie seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Selasa (1/4/2008).
"Dia kemudian menutup telepon dan staf jadi sangat khawatir," imbuhnya. "Staf kemudian menelepon balik dan kembali memberikan saran yang kedengarannya dilaksanakan. Itu sangat nyata," katanya lagi.
Namun wanita itu kemudian menutup telepon dan staf pun menelepon lagi. Dua ambulans pun didatangkan ke rumah wanita itu. Saat itulah diketahui kalau wanita itu cuma iseng.
Dikatakan Christie, tingkah wanita itu sudah keterlaluan. Sebab para staf emergensi sempat cemas karena mengira ada bayi yang sedang kritis.
Kepolisian Queensland masih menyelidiki insiden ini dan wanita itu bisa dikenai dakwaan kriminal. Sesuai UU Persemakmuran, orang yang menelepon dinas emergensi untuk menipu bisa dikenai hukuman maksimum tiga tahun penjara.
(ita/nrl)











































