Kaukus 15 terdiri dari pengurus DPW PKB Sulawesi Tengah, DPW PKB Sulawesi Barat, DPW PKB Jawa Timur, DPW PKB Jawa Tengah, DPW PKB Jawa Barat, DPW PKB DKI Jakarta, DPW PKB Nanggroe Aceh Darussalam, DPW PKB NTB, DPW PKB NTT, DPW PKB Kalimantan Tengah, DPW PKB Lampung, DPW PKB Kalimantan Barat, DPW PKB Sulawesi Tenggara, DPW PKB Riau, dan DPW PKB Kepulauan Riau.
Jika melihat keanggotaan DPW pro Cak Imin ini, maka bisa ditebak bahwa DPW-DPW PKB telah pecah. Sebab sebagian pengurus DPW di atas juga menggelar jumpa pers di kantor DPP PKB, guna mendukung mundurnya Cak Imin. Misalnya saja pengurus DPW PKB Jatim, DPW PKB Lampung, DPW PKB NTT dan DPW PKB Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini disampaikan Samsudin Pay dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Selasa (1/4/2008).
Dikatakan dia, Sigid awal-awalnya merebut hati Yenny. Padahal Sigid itu di Golkar masih menjadi anggota meski sudah dipecat dari kepengurusan.
Kemudian, lanjut Samsudin, Sigid membisiki Yenny untuk diteruskan ke Gus Dur guna mencopot orang-orang Muhaimin.
"Ya yang ngomong anaknya sendiri, siapa yang tidak percaya. Padahal Yenny itu tidak tahu apa-apa tentang PKB, tidak tahu administrasi, proses kaderisasi juga dia tidak mengikuti," ujar Samsudin.
"Padahal banyak teman-teman di NU itu ada yang 12 tahun merangkak karir politik dari nol. Jangan seperti Sigid tiba-tiba menjadi anggota DPP PKB," lanjut dia.
Namun demikian, Kaukus yang membawahi 417 DPC ini tetap loyal terhadap keputusan muktamar PKB Semarang yaitu duet Gus Dur-Cak Imin.
Kaukus 15 juga mendukung Muhaimin mengambil langkah tegas menyelamatkan partai dan menyelesaikan kasus ini. (aan/nrl)











































