Marce adalah karyawan di sebuah ruko yang melayani jasa jahit pakaian, Merry Konveksi, di Jl Landak Baru No 7 c, Makassar, Sulawesi Selatan. Sekitar pukul 10.00 wita, Selasa (01/04/2008), ketika sedang berjaga-jaga di depan ruko, seorang pemuda tiba-tiba datang membawakan bungkusan berwarna hitam.
"Ini ada bungkusan dari Surabaya, untuk Mery," ujar lelaki itu seperti ditirukan Marce. Merry Lukman adalah majikan Marce di konveksi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai menerima bungkusan, Marce lalu memeriksa isinya. Kaget isi bungkusan mirip detonator, ia pun memanggil Merry, majikannya.
Tak kalah kagetnya dengan Marce, Merry malah langsung menghubungi Polresta Makassar Barat. Sebab dalam bungkusan itu berisi dua detonator yang dilengkapi dengan kabel merah sepanjang 30 cm.
Tak berselang lama, polisi lalu datang di ruko itu. Benda yang mencurigakan itu lalu dibawa ke Laboratorium Forensik Jihandak Brimob Polda Sulsel, Jl Sultan Alauddin, Makassar.
"Memang diduga detonator. Namun kami masih perlu mengurainya untuk mengetahui apa betul itu detonator untuk handak (bahan peledak)," ujar AKP Ronald Sumigar, kasatreskrim Polresta Makassar Barat.
Hingga kini belum ada hasil pasti apakah detonator itu aktif atau tidak. "Tunggu saja hasilnya," terang Ronald. (gun/djo)











































