"Belum meninggal, masih kritis. Masih di Bandung," kata Rully, pukul 12.20 WIB.
Penjelasan Rully ini sekaligus meluruskan informasi sebelumnya yang menyatakan Meilono meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Pimpinan Kolektif Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis yang juga dekat dengan Meilono menyatakan, Meilono selama ini menderita penyakit yang langka.
"Penyakitnya semacam kelumpuhan yang meliputi kelumpuhan organ-organ tubuh. Penyakit ini 1 kali terjadi dari 1 juta orang," kata Roy kepada detikcom.
Dunia kedokteran menyebut penyakit Meilono sebagai amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Penyakit ini menurunkan sel syaraf secara cepat.
Roy mendapat informasi tentang kematian Meilono dari 2 orang, yakni saudara Meilono yang ada di Bandung dan sekretaris mantan pengurus PDIP Arifin Panigoro.
"Ada yang bilang kondisinya tergantung alat bantu. Ada juga yang bilang tekanan darahnya menurun," pungkas Roy.
Meilono Soewondo adalah sosok beken pada 1998-an. Dia adalah satu dari sedikit orang yang berani melawan Soeharto sebagai calon tunggal presiden kala itu. Dia harus berurusan dengan polisi karena perjuangannya ini.
Di era reformasi, Meilono menjadi anggota DPR dari PDIP, namun setelah itu tersingkir. Nono, panggilan akrabnya, juga dikenal sebagai pengusaha. Sarjana ITB ini adalah adik Siswono Yudhohusono, eks cawapres pada Pemilu 2009. Dia juga pernah dikenal sebagai atlet softball dan basket. (anw/nrl)











































