Hal inilah yang juga terjadi pada orangtua Ahmad Legal Cifiandi (Fian) yang kabur dari rumah pada Kamis malam 27 Maret 2008. Meski ia terus mencari keberadaan sang anak, jasa dukun ternyata juga ia pergunakan.
"Saya sudah cari orang pinter. Katanya dia masih di daerah Pondok Labu, di sekitar masjid katanya. Tapi setelah dicari-cari kok nggak ketemu," ujar ayah Fian, Ahmad Budiarto, di kediamannya di Jl Wijaya Kusuma, Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin malam (31/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya besok sama orang pinter itu disuruh ngaji. Katanya Selasa besok Fian balik," ujar Budi menirukan perkataan sang paranormal yang katanya berdomisili di daerah Pasar Minggu.
Fian, lanjut Budi, menurut sang paranormal saat ini sedang bersama dengan seorang pria yang berusia antara 15-17 tahun. "Dia saat ini sedang bersama dengan anak laki-laki yang usianya di atasnya," kata Budi lagi-lagi menirukan perkataan sang dukun.
Fian kabur dari rumah pada Kamis malam 27 Maret 2008 dengan membawa uang sebanyak US$ 10.000 yang ia ambil dari tas kerja milik ayahnya. Fian kabur karena ibunya menyuruh dia tidur di ruang tamu karena tidak mengerjakan PR. Fian menukarkan uang dolar tersebut ke beberapa money changer dan membeli MP3, Playstation 3, dan HP. (anw/mly)











































