"Berdasarkan surat dari Kamar Dagang dan Ekspor Indonesia (KDEI) di Taiwan pada 26 Maret 2008, Lamah ditemukan tewas dalam keadaan tergantung pada 20 Maret 2008 pukul 16.10 waktu setempat," kata paman Lamah, Ferdinand Marcos kepada detikcom, Senin (31/3/2008).
Menurut Marcos,dalam surat yang dikirimkan itu disebutkan pada 24 Maret 2008 pihak kejaksaan setempat telah memeriksa jasad Lamah. Selain itu jasad Lamah telah diotopsi untuk memastikan penyebab kematiannya. KDEI menduga Lamah bunuh diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marcos menjelaskan, pada saat itu keluarga juga dilarang menghubungi Lamah. Alasannya Lamah sedang ada masalah dengan majikannya.
Dan pada 24 Maret 2008, lanjut Marcos, PJTKI mengabarkan Lamah sakit tapi tidak disebutkan jenis sakitnya. PJTKI kemudian menawarkan jika ada pihak keluarga yang ingin ikut ke Taiwan segera menyerahkan paspor.
"Tapi nggak ada yang ikut karena kita ditinggal. Kita merasa dibohongi ini," pungkas dia.
(mly/anw)











































