"Benar sekali pernyataan beliau bahwa tidak ada hubungannya antara apa yang dilakukan politisi Wilders dengan kebebasan pers dan kebebasan berpendapat," ujar SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/3/2008).
Menurut presiden, penggunaan hak kebebasan berpendapat hendaknya tidak digunakan merusak toleransi dan penghormatan terhadap pihak lain. Justru demi masa depan dunia lebih baik, seharusnya makin diperkokoh harmonisasi antar peradaban dan agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah upaya ini kita menyesalkan pembuatan dan penayangan film Fitna yang bertentangan dengan usaha kita membangun hubungan baik antar agama. Semua pemimpin dunia punya tanggung jawab moral agar dunia kita lebih rukun dan damai," sambung SBY panjang lebar. (lh/mly)











































