Mugi Menyisir Fian Berkat Vidi

Bocah Gondol US$ 10.000

Mugi Menyisir Fian Berkat Vidi

- detikNews
Senin, 31 Mar 2008 16:52 WIB
Mugi Menyisir Fian Berkat Vidi
Jakarta - Ahmad Mugiarto bisa merinci kisah kabur anaknya, Ahmad Legal Cifiandi (9), meskipun si anak belum jelas keberadaannya sejak 3 hari lalu. Dari mana informasi itu dia kumpulkan?

Informasi dari Vidi, anak sulungnya yang satu sekolah dengan Fian di SD Dwi Matra, Cilandak, Jakarta Selatan, menjadi pembuka penyelidikan ala Mugi.

Fian diyakini menghilang pada Kamis 27 Maret 2008. Namun Mugiharto baru menyadari anak keduanya itu hilang pada Jumat subuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Vidi ke kantor saya hari Jumat sore. Vidi bilang ke saya, tadi siang Fian ke sekolah. Tetapi Vidi tak melihat," begitu laporan Vidi pada Mugi, seperti diceritakan pada detikcom, Senin (31/3/2008).

Mugi menindaklanjuti informasi anaknya itu. Dia lalu menelepon Pak Pur, guru Bahasa Indonesia, untuk memastikan kebenarannya.

Dari Pak Pur, lanjut Mugi, dia mendapatkan informasi kalau Fian ke sekolah bersama seorang satpam Citos. Namun akhirnya kabur dengan naik bajaj.

"Saya tanya kok sekolah diam saja lihat Fian kabur? Mereka bilang, sekolah tidak tahu kalau Fian ternyata kabur dari rumah. Sekolah mengira Fian mau ikut main bola. Kok bisa semua nggak curiga," ujar Mugi.

Berbekal keterangan Pak Pur itulah, Mugi menyuruh staf kantornya ke SD Dwi Matra untuk mencari informasi selengkapnya. Setelah mendapatkan informasi kalau yang membawa Fian ke sekolah adalah Asep Eka, seorang satpam Cilandak Town Square (Citos), Mugi kemudian mendatangi Asep di Citos.

"Saya terus tanya-tanya soal kejadiannya. Dari cerita dia juga, saya akhirnya ke money changer Melawai," ungkapnya.

Mugi sendiri telah melaporkan Fian sebagai anak hilang ke Polsek Cinere pada Jumat pagi. Namun polisi belum menelusuri hilangnya Fian karena belum 3x24 jam.

Setelah menelusuri sendiri kaburnya Fian dan merasa ada yang aneh, pada Sabtu 29 Maret malam, Mugi melapor kembali ke Polsek Cinere. Kali ini kasusnya adalah pencurian dalam rumah tangga.

"Dari situ polisi baru ikut menyelidiki. Sebelumnya saya dan staf yang dua hari mencari jawabannya," jelas notaris yang menetap di Cinere, Depok, ini. (ziz/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads