Namun, minuman energi sangat tidak dianjurkan untuk anak-anak. Kandungan di dalamnya dapat membahayakan si bocah.
"Mereka akan menjadi hiperaktif," kata pakar kesehatan gizi klinis Fakultas Kedokteran UI, Dr Samuel Oetoro, dalam seminar bertajuk, 'Kiat memilih minuman energi yang aman bagi kesehatan', di Hotel Atlet Century, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika si anak sudah aktif, ditambah konsumsi minum energi tambah aktif. Kapan istirahatnya?" ujar dia.
Minuman berenergi hanya disarankan pada mereka yang telah berusia 17 tahun ke atas. Dosisnya pun harus tepat yaitu maksimal dikonsumsi 3 kali sehari.
"Untuk yang punya gangguan ginjal dan liver serta anak-anak sangat tidak dianjurkan," tandas Samuel.
Minuman yang Baik
Samuel juga menuturkan, kandungan zat dalam minuman energi yang baik mengandung taurine, satu zat sejenis vitamin dari asam amino. Zat ini dapat meningkatkan kerja otot jantung serta memiliki kemampuan untuk menghirup oksigen.
"Antioksidannya juga berguna untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh," tutur dia.
Zat tambahan lainnya, seperti inositol berperan pada metabolisme lemak dan kolesterol. Kemudian daun atau akar ginseng. Kandungan ini dapat meningkatkan kemampuan sel darah dapat menyerap oksigen lebih banyak.
"Selain itu kandungan seperti jahe merah, teh dan madu juga baik untuk tubuh," imbuhnya. (ptr/nrl)











































