"Sudah, kamu mengurusi si Komo saja. Jangan mengurusi kekerasan anak, gugat cerai. Ngapain sih?" kata pria yang tidak dikenal itu kepada Seto Mulyadi.
Kak Seto yang merupakan Ketua Komnas Anak mengaku tidak mengenal siapa yang menghubunginya itu. Dia mengangkat teleponnya karena dikira wartawan yang biasa menghubunginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya pria itu yang mengancam Kak seto. Sehari sesudahnya, ketika sedang rapat, Kak Seto menerima telepon misterius dari seorang perempuan. Isinya sama. Meminta Kak Seto mengurusi si Komo.
Kantor Komnas Anak terbakar pada Sabtu, 29 Maret 2008, sekitar pukul 02.15 WIB - 03.00 WIB. Sekjen Komnas Anak Arist Merdeka Sirait menduga adanya sabotase dari pihak-pihak yang tidak menyukai kehadiran Komnas Anak yang belakangan rajin masuk TV.
(ana/nvt)











































