Jadi Partai Kecapekan Bangsa

Kisruh PKB (3)

Jadi Partai Kecapekan Bangsa

- detikNews
Senin, 31 Mar 2008 13:32 WIB
Jadi Partai Kecapekan Bangsa
Jakarta - Sebuah pesan singkat yang beredar di kalangan pengurus PKB diterima detikcom. Isi pesanya mengatakan, "dua Ketum PKB hasil muktamar telah dipecat Gus Dur. Kini Muhaimin Iskandar dipaksa mundur. Para kiai dan warga NU-PKB capek, pemerintah capek, orang kaya dan miskin capek. Jadi tepatnya PKB adalah Partai Kecapekan Bangsa".

Cara pandang Gus Dur terhadap PKB sejak awal memang sudah personal. Hal ini bisa dilihat dari sejarah pendirian PKB. Waktu itu rapat pleno PBNU mengusulkan tiga orang menjabat sebagai ketua umum PKB yang pertama. Salah satunya adalah KH Yusuf Muhammad yang pernah menjabat Ketua MPR dari Fraksi PKB.

Namun waktu itu Gus Dur menolak. Deklarator PKB ini maunya Matori Abdul Djalil yang menjabat. "Jika para kiai tidak setuju maka saya akan buat partai baru dengan ketua umumnya adalah Matori," jelas Gus Dur waktu itu.

Logika Gus Dur, PKB adalah miliknya. Posisi powerfulnya Gus Dur bukan karena konstitusi sebenarnya melainkan karena tradisi. Sehingga Gus Dur bisa merasakan kalau dirinya adalah seperti Tuhannya PKB dan hal ini juga diamini oleh para politisi di PKB.

Dalam kasus Muhaimin, Gus Dur juga bergeming dari sikapnya, yang kata banyak orang sudah menyalahi AD/ART partai. Saat ditemui wartawan di radio 68 utan kayu, ia justru menegaskan kalau Muhaimin tidak mau mundur maka akan dipecat dari partai. Di sisi lain, Gus Dur menyatakan dirinya juga membuka pintu rumahnya untuk Muhaimin.

Sumber detikcom mengatakan, pernyataan Gus Dur ini adalah isyarat kalau Gus Dur ingin mengajak Muhaimin nego. Pasalnya ada kemungkinan Gus Dur mengaku salah namun tidak mau kelihatan karena dia merasa dirinya adalah raja.

Pemecatan Muhaimin dari posisi Ketua umum PKB merupakan puncak dari konflik internal PKB. Konflik internal tersebut membuat sebagian politis PKB geram karena disebabkan oleh orang dari luar partai. Sosok itu ialah Sigid Haryo Wibisono, bekas politisi Golkar Jawa Tengah, yang baru diangkat jadi anggota Dewan Syuro PKB. Sigid juga tercatat sebagai anggota caretaker PKB Jawa Timur.

Sigid memang dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Yenny, putri sulung Gus Dur. Ketika PKB bersengketa dengan kubu Alwi, Sigid banyak membantu di persidangan. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle, Mei, tahun lalu, Sigid kemudian difavoritkan Yenny menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal. Namun SBY justru mengangkat Lukman Edy, mantan Sekjen PKB, atas rekomendasi Muhaimin. Yenny pun angkat suara, menyatakan bahwa Gus Dur marah, dan Muhaimin dianggap jalan sendiri.

Setelah itu, orang-orang yang dikenal dekat dengan Muhaimin pelan-pelan dicopoti. Ketua PKB Jawa Tengah Abdul Kadir Karting digeser, dua wakil Sekjen DPP PKB, Muh Hanif Dhakiri dan Eman Hermawan, dipecat. Kemudian Ketua PKB Jawa Timur Imam Nachrowi dipecat. Sejumlah pengurus cabang di tingkat kabupaten dan kota juga dibekukan. Puncaknya, Muhaimin Iskandar, sang Ketua Umum DPP PKB yang jadi sasaran. Ia dilengserkan dalam sebuah rapat internal partai, Rabu, pekan lalu.

Namun aneka tuduhan itu disangkal Sigid. "Semua itu mengada-ada. Naif sekali kalau saya dibilang bisa mengendalikan Gus Dur," katanya kepada detikcom. Begitupun dengan Yenny. Sobat dekat Sigid ini membantah jika ia menjadi aktor di balik pencopotan Muhaimin.

"Gus Dur orang yang membuka informasi seluas-luasnya. Saya tidak punya monopoli atas info yang masuk ke Gus Dur," tulis pesan pendek Yenny kepada detikcom. Yenny justru balik menuding Hanif dan Eman yang jadi penyebabnya.

Salah satu kelompok "lima sekawan", Muslim Abdurrahman, mengatakan, pemecatan Muhaimin Iskandar atas pertimbangan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB Gus Dur. Alasannya, Muhaimin dan Lukman Edy dinilai melakukan gerakan menggalang muktamar luar biasa (MLB) untuk menggusur kepemimpinan Gus Dur dari PKB.

"Kita sudah banyak menerima laporan dari berbagai daerah bahwa dia melakukan gerakan gerilya itu. Bahkan pada pertemuan PMII di Batam juga dia sudah melakukan gerakan itu," ungkapnya.

Selain itu, Muhaimin dan Lukman Edy dinilai akan ikut membiayai gerakan pertemuan, termasuk MLB, untuk menjatuhkan Gus Dur tersebut. Muslim menjelaskan, alasan lain pemecatan Lukman Edy juga berkaitan dengan persiapan konsolidasi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.

Mereka dinilai bisa mengganjal langkah Gus Dur pada Pemilu 2009. Saat ditanya tentang prosedural AD/ART DPP PKB untuk memberikan teguran sebelum diambil keputusan pemecatan, dia menjelaskan hal itu tidak dilakukan. Alasannya, keduanya dinilai melakukan kesalahan fatal untuk DPP PKB.

Tapi Lukman Edy membantah kalau dirinya dan Muhaimin ingin mengarsiteki MLB. Menurutnya, Muhaimin merupakan seniornya di PKB sehingga komunikasi antara dirinya dan Muhaimin lebih sering dalam hal konsultasi. "Dia Wakil Ketua DPR (Muhaimin) menyebabkan saya juga sering berkonsultasi dan itu dibelok-belokkan oleh orang yang melihat saya datang ke DPR, bahwa ini ngomongin partai,"tambahnya.

Mengenai pencopotan terhadap Muhaimin dari posisinya sebagai ketua umum, hal itu dinilai Lukman sebagai keputusan di luar konstitusi yang berlaku di PKB. Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah itu harus dicari penyelesaian yang konstitusional sesuai dengan AD/ART PKB. "Sebenarnya banyak cara yang bisa ditempuh," ujar Lukman. Sebelum langkah tersebut dilakukan, menurut Lukman, tiba-tiba sejumlah pengurus PKB mendesak Muhaimin mundur.

"Ya faktanya memang yang mendorong itu Yenny Wahid dan kawan-kawannya. Yang jelas ini bukan dari Gus Dur," ujarnya. Lukman menjelaskan, pihaknya tidak akan menggalang kekuatan untuk melawan keputusan tersebut asalkan mendapatkan penjelasan tentang desakan mundur terhadap Muhaimin. (ron/ddg)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads