Kalimat pertama di atas saya petik dari dialog perwira Belanda Heinen (Hamid Arief) dalam film Si Pitung (1975). Stereotip inlander itu bodoh, lemah, gampang dikibuli. Sejak Diponegoro-Jenderal De Kock hingga sekarang, mental inlander itu masih jelas terlihat. Para pemimpin itu selalu keok di meja perundingan.
Tentu dalam kasus Fitna, diplomat-diplomat Belanda sigap menemui KH Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, dan entah siapa lagi. Mengapa mereka tergopoh-gopoh melakukan ofensi diplomatik? Seharusnya Hasyim-Din dkk tahu dan bisa menekan para diplomat itu supaya hukum ditegakkan atas Geert Wilders. Tidak cukup dengan hahaha-hihihi selesai sampai di sini. Mantan Menlu Hans van den Broek dan advokat top Gerard Spong termasuk yang mengatakan Wilders bisa diseret ke pengadilan, tapi pemerintah Belanda bersikap mendua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media Yordania (30 koran, stasiun radio, dan situs web) hingga Mahathir Mohammad sudah menyerukan boikot atas produk-produk Belanda ini. Hasyim-Din dkk punya infrastruktur hingga ke cabang ranting, tapi mereka ini inlanders. Apakah bisa?
Keterangan penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja. (es/es)











































