Soal Fitna, Jangan Anarkis

Soal Fitna, Jangan Anarkis

- detikNews
Senin, 31 Mar 2008 10:20 WIB
Jakarta - Film Fitna mendapat kecaman dari pemerintah RI. Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad bahkan menyerukan boikot produk Belanda. Anggota DPR Hazrul Azwar mengingatkan jangan sampai masyarakat anarkis dalam menyikapinya.

"Kita tidak usah anarkis. Kita protes keras saja, menyatakan tidak suka. Perlu juga disampaikan protes itu dalam forum internasional, atau nota protes saja sudah cukup," kata Hazrul yang juga Ketua Komisi VIII DPR kepada detikcom, Senin (31/3/2008).

Apakah kita perlu memboikot produk Belanda? "Boikot perlu dipikirkan, karena itu hubungan 2 negara. Sedangkan yang membuat film itu kan warga Belanda bukan pemerintahnya. Dipikirkan dulu jangan sampai merugikan," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Hazrul, di negara-negara Eropa kebebasan bereksperimen dan berkarya sangat berkembang. Namun sayangnya beberapa orang berkarya tanpa memikirkan lebih lanjut apakah akan melukai perasaan orang lain.

"Ya itu dia, sayangnya banyak dari mereka yang kurang paham. Akhirnya lahirlah kartun Nabi, film itu. Apalagi yang membuat film itu kan anggota parlemen, seharusnya lebih menyadarilah. Kembali ke personalnya," beber Hazrul.

Geert Wilders yang merupakan anggota parlemen dari Freedom Party (Partai Kebebasan) Belanda membuat film Fitna yang berdurasi 17 menit. Film tersebut menampilkan 4 ayat Al Qur'an yaitu QS Al Anfaal(8):60, QS An Nisaa'(4):56, QS An Nisaa'(4):89 dan QS Muhammad(47):4.

Terkait film tersebut, Uni Eropa juga telah mengutuk film tersebut. Bahkan Presiden UE yang kini dipegang Slovenia menyebut film tersebut tidak membawa manfaat apa pun selain mengobarkan kebencian.
(nvt/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads