Lokasi kebut-kebutan mengendarai sepeda motor dan mobil ini, antara lain Jalan Veteran, Jalan Abdul Rozak, dan Kambang Iwak. Meskipun para polisi hampir setiap saat melakukan razia, dan korban jiwa sudah banyak, para pelajar ini tetap saja melakukan aksinya.
"Bagaimana mau berhenti, saat ditangkap, orangtua mereka membebaskannya. Coba, para orangtua itu membiarkan anaknya ditahan, mungkin mereka akan jera," kata Sopia (52), pedagang warung makan di Jalan Abdul Rozak, kepada detikcom, Minggu (30/03/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini sering terjadi judi. Umumnya anak-anak pengusaha," kata Eman, seorang mahasiswa yang sering nongkrong di Jalan Veteran.
Hal yang sama juga di Kambang Iwak. "Kami sering berjudi. Tapi, ya, buat senang-senang bae," kata Anton, salah satu remaja yang sering nongkrong di Kambang Iwak.
Aksi kebut-kebutan di jalan, sudah banyak merenggut korban jiwa, termasuk merengggut nyawa anak seorang pejabat yang kini mau maju sebagai bakal calon gubernur Sumatra Selatan 7 tahun lalu. (tw/ary)











































