PDIP Deklarasikan Bibit Waluyo sebagai Cagub Jateng

PDIP Deklarasikan Bibit Waluyo sebagai Cagub Jateng

- detikNews
Minggu, 30 Mar 2008 19:38 WIB
Solo - Letjen (Purn) Bibit Waluyo, dideklarasikan sebagai calon gubernur (cagub) Jateng dari PDIP. Dia akan berpasangan dengan Bupati Kebumen, Rustriningsih yang diposisikan sebagai cawagub.

Lelaki kelahiran Klaten 59 tahun yang lalu itu yakin pengalaman di militer akan dapat diterapkan untuk menyejahterakan warga Jateng jika terpilih sebagai gubernur. Bibit adalah mantan Pangdam Diponegoro, mantan Pangdam Jaya dan puncak karir militernya adalah Pangkostrad.

"Ibu Rustriningsih ini adalah sarjana ilmu pemerintahan dan sudah dua periode menjadi bupati. Bu Rustri ahli pemerintahan, saya ahli memimpin," demikian dikatakan Bibit saat deklarasi cagub dan cawagub Jateng dari PDIP di Pagelaran Kraton Surakarta, Minggu (30/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hadapan 20 ribu kader PDIP yang hadir dalam deklarasi tersebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan tidak ada lagi pilihan bagi konstituen PDIP di Jateng dalam Pilgub selain memilih Bibit Waluyo dan Rustriningsih.

"Jika ada pengurus struktural yang tidak menjalankan keputusan partai ini maka sanksi baginya akan segera diberlakukan. Ukurannya sangat jelas karena PDIP sekarang sudah sangat tertata. Sebagai parpol, boleh saya katakan PDIP sekarang ini dari bawah sampai pusat sangat solid," kata Mega.

Mega juga memuji Rustriningsih sebagai kader militan yang membelanya semenjak dipinggirkan oleh Orde Baru. Bahkan dia menyebut Rustriningsih sebagai pribadi yang sangat dia sayangi dan dia kagumi. "Dia ini salah satu dari sedikit kader yang masih bertahan ketika kita disakiti dulu," ujar Mega.

Sedangkan untuk Bibit, Mega mengatakan bibit adalah mantan petinggi militer yang memiliki kecakapan. Selanjutnya, Megawati mengisahkan masa suram PDI di masa lalu yang disakiti penguasa dan bahkan kantornya di Jalan Diponegoro Jakarta diserang orang-orang yang diduga merupakan oknum militer.

"Tapi Pak Bibit ini bagian yang baik-baik. Setidaknya saat itu Pak Bibit bukan yang menjadi Kasdam," ujar Mega. Saat penyerangan itu terjadi, Pangdam Jaya adalah Sutiyoso. Sedangkan yang menjadi Kasdam adalah Susilo Bambang Yudhoyono. (mbr/ary)


Berita Terkait