Para orangtua minta polisi menangkapi anak mereka yang nongkrong di mall dan jalan di luar jam belajar. Di mana saja para pelajar Palembang sering nongkrong?
Berdasarkan penelusuran detikcom, ada beberapa titik lokasi yang menjadi lokasi para pelajar di Palembang nongkrong di luar jam sekolah. Mall atau pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi tongkrongan pelajar antara lain Palembang Square, Palembang Indah Mall, dan Palembang Trade Centre, sementara lokasi lainnya Kambang Iwak, Stadion Bumi Sriwijaya, dan Plaza Benteng Kuto Besak.
Di Palembang Square, Jalan Angkatan 45, para pelajar ini banyak nongkrong di sejumlah cafe dan internet yang berada di sana. Umumnya pelajar yang nongkrong dari kalangan keluarga berada. Kondisi ini sama seperti di Palembang Indah Mall, Jalan Radial Palembang, dan Palembang Trade Centre, Jalan R Sukamto.
Namun, disinyalir, di antara pelajar dari keluarga yang mampu ini, ada sejumlah pelajar perempuan yang berbisnis seks. Mereka ini memasarkan diri di antara pelajar, atau para hidung belang yang suka nongkrong di cafe. Terkuatnya jaringan bisnis seks pelajar melalui ineternet oleh kepolisian Sumatra Selatan, bermula informasi di pusat-pusat perbelanjaan ini.
Lalu, tongkrongan di luar pusat perbelanjaan, seperti Stadion Bumi Sriwijaya dan Benteng Kuto Besak, merupakan lokasi nongkrong pelajar dari keluarga biasa atau dari sekolah yang tidak terkenal. Nah, di lokasi ini sebenarnya sering terjadi tawuran antarpelajar, hingga merengut nyawa, seperti yang terjadi pada 29 Maret 2008 dan 13 September 2003.
Berbeda dengan di pusat perbelanjaan, para pelajar di lokasi terakhir ini banyak mengonsumsi minuman keras atau obat-obat penenang. Bahkan, mereka tampak tidak malu-malu mengekspresikan diri dalam bercinta.
"Wah, hampir setiap hari aku melihat pelajar berciuman atau berpelukan di sini," kata Cik Ning (50-an) pedagang rokok di seputaran Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang, Minggu (30/03/2008).
Sementara anak-anak dari kalangan keluarga mampu, yang berperilaku kasar, lebih suka nongkrong di Kambang Iwak. Mereka ini suka kebut-kebutan, dan sering terjadi perkelahian.
Tidak ada lokasi tongkrongan di Palembang, yang menunjukkan para pelajar itu tengah belajar atau membahas ilmu pengetahuan, sambil mendengar musik di sebuah cafe.
Namun, di setiap lokasi tongkrongan pelajar itu, tidak tampak aparat polisi yang menggunakan seragam. "Mungkin ada intel, tapi mereka kan tidak takut. Kalau ada polisi yang bertugas mengenakan seragam, mungkin mereka menjadi takut," kata Cik Ning, "Yang ada adalah polisi pamong praja, yang beberapa kali menangkapi pelajar yang berperilaku tidak baik". (tw/ary)











































