Hal itu mengemuka dalam seminar Globalisasi dan Pluralisme Kebudayaan di Universitas Debrecen, Hongaria, pada 27/3/2008 lalu.
KBRI Budapest bekerjasama dengan Universitas Debrecen memeriahkan acara tersebut dengan tari-tarian dan musik tradisional Indonesia, sekaligus sebagai promosi Visit Indonesia Year 2008 (VIY2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dubes Sihombing dalam sambutannya mengemukakan ragam kebudayaan, keindahan dan potensi Indonesia itu yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata menarik bagi wisatawan mancanegara.
Dia juga menggarisbawahi berbagai kesamaan antara Hongaria-Indonesia yang selama ini selalu menjalin kerjasama yang baik satu sama lain, demikian seperti dituturkan Korfungsi Pensosbud Arena Sri Victoria kepada detikcom Sabtu kemarin.
Jadi Profesi
Darmasiswa adalah program beasiswa andalan Deplu untuk orang asing, yang sejauh ini telah meletakkan bibit-bibit pengaruh Indonesia di berbagai negara.
Dr. Kesmarky tertarik mendapatkan Darmasiswa untuk mahasiswanya, karena dia menyaksikan sendiri telah banyak orang Hongaria yang kini menguasai seni dan kebudayaan Indonesia dan mengembangkannya menjadi profesi.
Tim kesenian yang memeriahkan seminar misalnya, terdiri dari 7 orang Hongaria dan hanya 1 orang Indonesia. Salah satu dari mereka, Iveth Bardos yang membawakan Tari Topeng (Cirebon), adalah alumni program Darmasiswa dan saat ini telah membuka sanggar tari di Hongaria.
Sebelumnya Dr. Kesmarky sendiri telah cukup dekat dengan Indonesia. Dia adalah anggota Tim bantuan Medis Universitas Debrecen, yang pertama masuk ke Aceh dan mendirikan rumah sakit lapangan beberapa saat setelah amukan tsunami meluluh-lantakkan pantai Aceh.
Selain itu dia juga terjun beberapa bulan di Yogyakarta untuk membantu penanggulangan bencana gempa yang menimpa provinsi itu. (es/es)











































