Disebutkan bahwa film 'Fitna' mencitrakan Islam identik dengan kekerasan. "Kami menolak keras pendapat tersebut. Mayoritas muslim menolak ekstrimisme dan kekerasan," demikian bunyi pernyataan seperti dipantau detikcom di Belanda, Sabtu (29/3/2008) sore ini.
Lebih lanjut disampaikan bahwa rasa terhina oleh film itu tidak boleh menjadi alasan untuk menyerang atau mengancam. Jika dinilai ada pelanggaran hukum, maka harus dilakukan cara-cara yang tepat (ke pengadilan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pers Belanda menggarisbawahi bahwa keluarnya sikap bersama UE itu sebagai sukses lobi-lobi diplomatik yang dilancarkan Menlu Maxime Verhagen. Dalam kasus 'Fitna' ini Belanda tidak mau sendirian, seperti pernah dialami Denmark.
(es/es)











































