Demikian laporan petugas keamanan setempat seperti diberitakan AFP, Sabtu (29/3/2008). Namun kabar-kabar yang beredar, jumlah orang tewas sebenarnya jauh lebih banyak dari angka tersebut.
Pertempuran hebat terjadi wilayah Syiah sejak PM Irak Nuri al-Maliki pada Selasa lalu memerintahkan pasukan keamanan untuk menggerebek kubu pertahanan milisi Syiah, di mana terdapat sebagian besar loyalis Moqtada al-Sadr yang radikal berada. Penggerebekan terjadi di sebelah selatan kota pelabuhan Basra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas kesehatan Irak mengatakan, pada Sabtu ini, pertempuran bersenjata berbuntut pada hilangnya 75 nyawa kubu milisi di Sadr. Selain itu, 498 orang terluka di kota-kota tengganya yang berpenduduk sekitar 2 juta orang.
Pun dilaporkan, 17 orang tewas di Khadimiya, dan juga wilayah utara lainnya karena konflik dan serangan mortir.
Serangan mortir ditargetkan ke Zona Hijau yang kemudian menewaskan 2 orang Irak Suni yang merupakan penjaga Wakil Presiden Tareq al-Hashemi. Wilayah konflik juga meluas di Karbala.
Kota bagian selatan, Nasiriyah dan daerah pinggiran Irak juga menjadi ajang pertempuran sengit pada Jumat lalu. Petugas medis setempat melaporkan 36 orang tewas.
Polisi di Kut mengatakan, sekitar 50 orang tewas sejak Selasa lalu. Sedangkan di Provinsi Babel, 8 orang meregang nyawa. (nvt/nvt)










































