"Sebetulnya kepemimpinan dewan pincang sejak awal karena tidak ada upaya mengevaluasi kinerja DPR secara akurat," kata Wakil FPKS Fachri Hamzah kepada detikcom, Sabtu (29/3/2008).
Fachri berpendapat, paket kepemimpinan Agung Laksono selama ini berjalan monoton. DPR bekerja layaknya tukang stempel pemerintah.
"Setelah terpilihnya kubu Pak Agung, kepemimpinan dewan berjalan monoton. Legislasi lebih banyak men-stempel usulan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum terlambat bila kepemimpinan dewan dirombak. Masih ada waktu setahun sebelum pemilu 2009.
"Ini untuk mengembalikan citra DPR yang sudah diopinikan negatif.
Sehingga kepemimpinan baru akan merubah citra itu," jelasnya.
(gah/ana)











































