Agung: Wacana Kocok Ulang Kursi Pimpinan DPR Berlebihan

Agung: Wacana Kocok Ulang Kursi Pimpinan DPR Berlebihan

- detikNews
Sabtu, 29 Mar 2008 15:51 WIB
Jakarta - Menyusul pencopotan Muhaimin Iskandar dari jabatan ketua umum dewan tanfidz DPP PKB, wacana kocok ulang kursi pimpinan DPR kembali mencuat. Ketua DPR Agung Laksono meminta agar kemelut di tubuh PKB tidak dikait-kaitkan dengan kocok ulang kursi pimpinan dewan.

"Masalah di PKB jangan dikait-kaitkan dengan kocok ulang. Wacana itu berlebihan," ujar Agung usai kampanye ย pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulandjana dalam Pilkada Jabar di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (29/3/2008).

Menurut Agung, pergantian kursi pimpinan DPR memiliki mekanisme tersendiri yang sudah diatur dalam UU Susduk. Posisi Muhaimin Iskandar, lanjut dia, saat ini masih sebagai wakil ketua DPR hingga 2009 berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Sekjen PKB Yenny Wahid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun akhirnya harus diganti, Agung menjelaskan ada forum konsultasi antar fraksi yang akan membahas hal tersebut.

"Apakah nanti akan dihidupkan lagi koalisi kebangsaan yang sudah dikubur, menunggu UU Susduk yang baru selesai, seperti komposisi pimpinan komisi secara proporsional, atau sesuai tatib diserahkan kepada fraksi yang bersangkutan. Saya tidak mau berspekulasi," cetus Agung.

Meski demikian, Agung mengakui, secara tidak langsung persoalan yang dihadapi Muhaimin dengan PKB berdampak terhadap kinerja pimpinan DPR.

"Kalau mengganggu secara langsung, tidak. Tapi secara tidak langsung, ya. Tapi saya yakin tidak akan mempengaruhi keseluruhan. Sebab ini bukan masalah pimpinan DPR, tapi masalah kepemimpinan di PKB," pungkas Agung.

Sebagai informasi, kursi pimpinan DPR berjumlah empat dengan komposisi satu ketua dan tiga wakil ketua. Hingga kini, kursi wakil ketua yang ditinggalkan Zaenal Ma'arif kosong. Sementara Wakil Ketua Soetardjo Soeryoguritno sudah lebih dari dari tiga minggu sakit.
(rmd/ana)


Berita Terkait