Penegasan itu disampaikan Kepala PLN Cabang Pekanbaru, Ericson Sidabutar dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (29/3/2009) di Pekanbaru.
Menurutnya, tingkat pencurian arus listrik di Pekanbaru dilakukan secara merata. Mulai dari oknum pejabat, instansi pemerintah, pengusaha, industri rumah tangga sampai warga.
"Kalau ditanya siapa saja pencurinya, hampir semua merata. Ada oknum pejabat, instansi pemerintah, pengusaha sampai kalangan warga biasa. Akibat pencurian arus listrik ini, kita saban bulan mengalami kerugian minimal Rp 3,5 miliar. Angka ini merupakan tingkat kerugian paling besar secara nasional," kata Ericson.
Dengan maraknya penucurian listrik di Pekanbaru ini, kata Ericson, pihaknya terus berupa melakukan patroli yakni Pemeriksaan Penertiban tenaga Listrik (P2TL). Tim ini akan terus bekerja memantau pencurian listrik ke seluruh pelanggan PLN.
"Saking besarnya tingkat pencurian listrik, Kota Pekanbaru mendapat simbolis penghargaan bendera warga hitam. Sudah bendera hitam, pakai tengkorak lagi. Jadi memang luar biasa sekali pencurian arus listrik di Pekanbaru ini," kata Ericson geram.
(cha/gah)










































