"Saya mengutuk secara keras pengudaraan film anti-Islam yang sangat menyerang dari Geert Wilders," ungkap Ban dalam pernyataan yang dibacakan juru bicaranya, Michele Montas, seperti dilansir AFP, Sabtu (29/3/2008).
"Tak ada justifikasi apapun berpidato kebencian atau menghasut untuk kekerasan. Hak bebas berpendapat bukan seperti itu," lanjut Ban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PBB adalah pusat upaya dunia untuk meningkatkan saling hormat-menghormati, saling memahami, dan dialog," ujar Ban kemudian mengkaitkan dengan Aliansi Peradaban, sebuah inisiatif PBB untuk memerangi intolerangsi antar budaya.
"Kita juga harus menyadari bahwa garus pemisah sebenarnya bukan antara warga Muslim dan Barat, seperti yang diinginkan sebagian orang, namun antara minoritas kecil ekstrimis di satu sisi dengan kepentingan yang kuat untuk menjauhkan kekerasan dan konflik," jelas Ban.
Wilders memasang film Fitna, menampilkan imaji ekstrimis Islam yang melakukan penyerangan yang dikaitkan dengan ayat-ayat Alquran di situs Inggris, liveleak.com, Kamis lalu. Aksi ini menimbulkan reaksi keras dari sejumlah negara muslim. (aba/aba)











































