Global Warming di Mata Seniman

Global Warming di Mata Seniman

- detikNews
Jumat, 28 Mar 2008 23:03 WIB
Global Warming di Mata Seniman
Jakarta - Isu pemanasan global rupanya juga menarik minat seniman. Para seniman pun 'bicara' es kutub yang mencair dan kenaikan air laut melalui karya-karya seninya.
Β 
Tengoklah karya seni instalasi Cubung Wasono Putra, "Tangan-tangan Siapa". Dengan gayanya yang khas, Cubung WP menterjemahkan pemanasan global lewat kebocoran ozon di langit sana.

Di tengah karya instalasinya yang memakan tempat cukup luas ini, ia tempatkan cermin. Tujuannya agar penonton berkaca dan bercermin diri atas kerusakan lingkungan akibat pemasan global.
Β 
"Bagaimanapun, alam adalah ibu kandung seni. Maka menjadi tanggungjawab seniman untuk menjaga kelangsungan alam sang ibu kandung seni," kata kritikus seni Nurudin Asyahadie, saat pembukaan pameran seni instalasi tersebut di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, Jumat (28/3/2008).
Β 
Selain Cubung WP, seniman Pasar Seni Ancol turut menyumbangkan karya artistiknya seperti Taufik Prawoto dan Sujarwo. Dua seniman eksentrik tersebut membangun dunia "konstipasi".

Dalam karyanya, kedua seniman tersebut mengajak publik merenungkan kembali sampah plastik yang tak bisa dicerna bumi. Keduanya membangun dunia plastik dibawah ozon plastik yang penuh lobang.
Β 
"Masih ada jalan untuk memperlakukan alam secara bijak, tidak harus menjadi gelap mata terhadap kehidupan bersama," ucap Nurudin.
Β 
Rencananya, pameran yang diusung guna memperingati 30 tahun Pasar Seni Ancol ini akan berlangsung hingga 12 April mendatang. Selain pameran seni instalasi, dipamerkan pula lukisan hitam putih dari berbagai pelukis seperti Djen Arip, Sumardi dan Paul Hendro dengan tema masih seputar pemanasan global. (Ari/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads