Pengobatan massal yang diduga sebagai bentuk curi start kampanye menjelang Pilgub Riau September 2008 ini berlangsung di Kelurahan Selat Panjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (26/3/2008) lalu.
Acara pengobatan gratis ini memang disambut antusias masyarakat setempat. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa berjubel untuk mendapatkan pengobatan cuma-cuma Golkar Riau itu. Tapi rupanya, dibalik pengobatan ini, beberapa warga bukannya mendapat kesehatan seperti yang diharapkan.
Malah, seorang bocah Adriansyah (8 bulan) setelah mendapatkan imunisasi hepatitis B meninggal dunia. Selain itu, korban lainnya, Jahuri yang ingin berobat sesak nafas, setelah mendapat pengobatan justru mengalami demam tinggi. Begitu juga dengan Bukhori anggota Satpol PP yang ingin berobat paru-paru, akhirnya mengalami gejala demam tinggi.
Camat Tebing Tinggi, Masrul Kasmi yang dihubungi detikcom, Jumat (28/3/2008) membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun dia tidak dapat memastikan apakah kematian tersebut karena pengobatan massal. "Mohon maaf, saat ini saya sedang ada rapat," katanya.
Salah seorang penanggung jawab pelaksana pengobatan gratis, Zulpan Heri, anggota Fraksi Golkar DPRD Riau beberapa kali dihubungi detikcom, tidak bersedia mengangkat telepon genggamnya.
Sedangkan, Sekretaris DPD Golkar Riau, Johar Firdaus ketika dihubungi mengaku tidak mengetahui secara pasti soal insiden tersebut.
"Memang saya juga dengar pengobatan massal itu ada masalah. Beberapa wartawan bolak-balik menanyakan hal yang sama pada saya. Saya dua hari ini ada di Jakarta. Jadi saya kurang tahu persis bagaimana kejadian yang sebenarnya," kata Johar Firdaus yang mengaku baru saja mengjenguk mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit, yang ditahan KPK dalam kasus korupsi damkar.
Disinggung bahwa pengobatan gratis sebagai bentuk kampanye terselubung untuk memenangkan jago Golkar, Rusli Zainal yang saat ini masih menjabat sebagai gubernur, Johar membantahnya.
"Pengobatan ini bukanlah sebagai bentuk curi star kampanye Golkar. Ini benar-benar pengobatan gratis untuk kepentingan masyarakat," kata Johar.
(cha/aba)











































