Pihak DPW PKB Jatim mengaku tidak tahu alasan pembekuan dua DPC tersebut. Karena menurut Ketua DPW PKB Jawa Timur Hasan Aminuddin kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor DPW PKB Jalan Koemering, Jumat (28/3/2008), faks pembekuan itu baru diterima dirinya pada siang hari ini.
"Saya tidak tahu apa-apa soal pembekuan itu. Karena itu merupakan keputusan dari partai. Maka kita wajib mengamankan keputusan tersebut," kata Hasan Aminuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini urusan internal partai dan rakyat bisa memahami hal tersebut," ujar dia.
Bupati Probolinggo ini mengungkapkan apa yang dilakukan oleh DPP pasti sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Dia bersama careteker akan menyelesaikan persoalan yang belum dilakukan oleh pengurus sebelumnya.
"Pengurus careteker diberi waktu 3 bulan untuk melaksanakan musyawarah luar biasa untuk memilih ketua DPC yang baru," ungkapnya.
Dia juga menegaskan akan tetap melakukan pergantian antar waktu pada anggota DPRD di daerah-daerah yang tidak setia dan patuh pada aturan partai. Hal ini tidak bisa ditawar lagi.
"Manuver politik akan saya layani. Istilahnya dia jual, saya beli. Saya tidak main-main," tegasnya.
Hasan menambahkan walau sudah dibekukan sebagai ketua DPC Surabaya, Musyafak Rouf tetap aman di kursi DPRD Surabaya. "Tidak ada PAW. Masih tetap di dewan," tutur dia. (wln/asy)











































