"Dia mau laporan, mau seminar KUHAP. Kan saya tadikan mau membuka, pelaksanaannya di mana, persiapannya bagaimana. Penyelenggaranya kan Pusdiklat," kata Hendarman di gedung Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (28/3/2008).
Namun ketika ditembak langsung apakah terkait pencalonan Marwan, Hendarman tidak menjawab. Dia hanya melempar senyum misterius. "Itukan hak prerogatif Presiden," elak pria berkacamata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai hasil rapat tim penilai akhir (TPA) yang berlangsung di Istana Jumat pagi, Hendarman enggan menjelaskan. Menurutnya, dia hanya mengikuti rapat. Sementara hasilnya Hendarman mengaku tidak tahu. "Itu tulisannya sangat rahasia," elak Hendarman.
Kata Hendarman, Jampidsus pilihan Presiden akan segera dilantik jika Keppresnya telah dikeluarkan Presiden. Deretan kasus sudah menantinya di antaranya kasus VLCC dan Bank Mandiri. (ana/aba)











































