"Film ini menunjukkan sikap barat yg tidak siap berdemokrasi dan ternyata barat tidak sungguh mengembangkan demokrasi," kata Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Kantor Wapres, Jl medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/3/2008).
Menurutnya, film yang diedarkan anggota parlemen Belanda Wilder itu jelas menghina Islam. "Kami menolak penayangan film tersebut yang jelas menghina islam, mendeskriditkan Islam," ujar Din yang didampingi Syafii Maarif.
Din pun menegaskan film itu telah merusak kebebasan berekspresi. "kebebasan berekspresi tidak boleh tanpa etika," pungkasnya.
(ary/ana)











































