Peristiwa itu berawal dari aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan pendukung Thaib ke kantor DPRD Maluku Utara, Jl Stadion, Ternate, Jumat (28/3/2008).
Dalam aksinya, mereka menolak keputusan Mendagri yang mengembalikan finalisasi Pilkada Malut ke DPRD setempat. Mereka mendesak Mendagri melakukan pendekatan hukum untuk menuntaskan persoalan tersebut.
Ratusan pendukung Thaib berusaha masuk ke dalam halaman DPRD. Namun mereka tidak diizinkan oleh sejumlah personel polisi. Aksi saling dorong pun terjadi.
Suasana kemudian bertambah panas karena kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya bentrokan pun terjadi. Massa dan polisi terlibat baku hantam. Seorang polisi tampak mengalami cidera. Sedangkan massa Thaib kemudian bisa digiring meninggalkan gedung DPRD.
Namun beberapa saat berselang, aksi unjuk rasa kembali berlanjut. Kali ini massa Thaib mendatangi kantor Gubernur Malukut Utara, Jl Pahlawan Revolusi. Hingga pukul 14.00 WIT, aksi tersebut masih berlangsung. (djo/nrl)











































