"Tindakan politik Gus Dur itu tidak terpola," kata peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Isra Ramli dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (28/3/2008).
Dia menjelaskan, tindakan politik Gus Dur sangat sulit diprediksi. "Gus Dur lagi mood apa, lalu berpikir apa," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gus Dur semakin menjadi faktor determinatif bagi PKB, dengan menentukan segala pilihannya," kata Isra.
Meski demikian, lanjut dia, Gus Dur sebagai seorang pemikir besar tetap harus diperhitungkan. Dalam kerangka pemikiran, Gus Dur dinilai sudah terbukti sebagai pembela kaum minoritas dan pro dengan agenda kerakyatan.
"Yang jelas, PKB tanpa Gus Dur akan berbeda. Apakah lebih baik, lebih kuat, atau justru lemah," kata Isra. (fiq/nrl)










































