Meski menganggap wacana itu cukup baik, namun Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilai, bus khusus perempuan sulit diberlakukan.
"Wacana boleh saja, tapi saya kira kita harus lihat situasi dan kondisi. Bus kita masih terbatas. Jadi untuk saat ini sulit," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono kepada detikcom, Jumat (28/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bus untuk perempuan kosong padahal banyak penumpang laki-laki gimana. Kan jadi tidak efektif," ujarnya.
Masalah pelecehan seksual yang terjadi di dalam bus, Pristono mengatakan petugas akan terus meningkatkan penjagaan. "Yang lebih penting budayanya harus diubah. Kalau ada perempuan khususnya yang hamil harusnya diberi tempat duduk," katanya. (ken/nrl)











































