TransJ Khusus Wanita Disambut Gembira Korban Pelecehan Seksual

TransJ Khusus Wanita Disambut Gembira Korban Pelecehan Seksual

- detikNews
Jumat, 28 Mar 2008 11:07 WIB
Jakarta - Rencana pengadaan bus TransJ khusus wanita disambut gembira oleh Laila, bukan nama asli. Laila layak gembira karena dia telah merasakan bagaimana sakitnya menjadi korban pelecehan seksual di angkutan massal yang sering bak kaleng sarden itu.

"Saya senang, setuju sekali kalau ada bus khusus wanita. Apalagi seperti saya yang pernah mengalami kejadian kayak gitu (pelecehan seksual)," ujar Laila pada detikcom, Jumat (28/3/2008).

Laila ingat benar saat dia menjadi korban tindakan amoral seorang  pria muda yang berpenampilan necis, bulan lalu. Pria itu berpakaian rapi, bersih, dan memangku tas ransel layaknya pekerja kantoran. Namun tak dinyana ternyata dia 'sakit'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ceritanya, Laila yang bekerja sebagai pengajar di salah satu sekolah Islam swasta ini pulang dari tempatnya bekerja di Rawamangun dengan menggunakan bus TransJ.

Laila pertama naik TransJ koridor IV (Pulogadung-Dukuh Atas). Dia lalu transit di Dukuh Atas untuk menuju bus ke Ragunan  yaitu TransJ koridor VI (Dukuh Atas-Ragunan). Seperti biasa kalau sore hari sekitar pukul 17.30 WIB, penumpang TransJ  sedang padat-padatnya mengantre.

Saat menunggu TransJ, sesama penumpang saling berdesakan. Namun kali ini Laila merasa ada yang aneh dari belakang pinggangnya. Ada gerakan maju mundur yang membuat Laila merasa tak nyaman. Laila pun menoleh ke belakang.

"Saya lihat ada laki-laki masih muda. Pakaiannya rapi berkemeja. Seperti orang kantoranlah. Pas saya lihat mukanya, dia pura-pura nggak tahu. Terus saya sikut dia," kata Laila.

Tak lama kemudian bus TransJ pun datang. Semua penumpang berebutan masuk ke dalam TransJ. Begitu juga dengan pria muda itu. Laila yang saat itu mengenakan jaket hitam, mengusap belakang pinggangnya karena merasa ada sesuatu yang aneh. Astaga! Cairan mani milik pria muda itu sudah berserakan di jaketnya.

"Saya merasa jaket saya kok agak basah. Saya periksa. Karena saya sudah berkeluarga, jadi kan saya tahu itu apa. Saya kaget. Saya lihat laki-laki itu yang berdiri di dalam bus, tapi laki-laki itu memandang saya dengan kesan mengancam. Saya jadi takut," jelas Laila.

Laila yang punya seorang anak ini akhirnya berpura-pura tidak melihat lelaki muda itu. Pandangan lelaki muda itu membuatnya takut. Laila pun berpikir untuk segera cepat-cepat sampai di rumah membersihnya jaket basah akibat kejadian tidak menyenangkan itu. (ziz/nrl)


Berita Terkait