Bela Muhaimin, Sudah Risiko Jika Ikut Dicopot

Bela Muhaimin, Sudah Risiko Jika Ikut Dicopot

- detikNews
Jumat, 28 Mar 2008 09:52 WIB
Jakarta - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang diminta mundur mendapat dukungan moral sejumlah kolega Cak Imin di PKB. Bila nanti para pembela ini turut dipecat karena mendukung Cak Imin, itu merupakan risiko, asal PKB menjadi baik.

Salah satu yang berdiri di kubu Cak Imin adalah Ketua DPP PKBΒ  yang pernah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Abdul Kadir Karding.

Menurut Karding, permintaan agar Muhaimin mengunduran diri dalam rapat pleno DPP PKB itu tidakΒ  sesuai dengan aturan partai. Karding mengatakan bahwa ketua umum Dewan Syuro dan ketua umum Dewan Tanfidz adalah mandataris partai yang dipilih sekitar 400 cabang dan wilayah PKB seluruh Indonesia melalui muktamar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya, naif sekali Muhaimin sebagai mandataris partai diminta mundur oleh orang-orang yang tidak dipilih oleh cabang itu tidak sesuai dengan aturan main di partai," ujar Karding pada detikcom, Kamis (28/3/2008).

Menurut Karding, ada tindakan yang harus dilakukan agar budaya pembekuan sepihak tidak terjadi berulang kali. Karding sendiri mengaku juga pernah menjadi korban dengan dicopot sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah.

Karding juga mencontohkan beberapa hari lalu rekannya sesama ketua DPW di Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah juga dibekukan.

"Yang kemarin itu (pembekuan di daerah) tidak adanya penyikapan karena ingin menghargai. Kita tutup mata terhadap keadaan itu. Ini mau menjelang pemilu kita harus berpikir lebih arif bijaksana. Kita harus menyelamatkan partai, membenarkan aturan main, dengan nilai kebenaran yang ada di dalamnya. Kami melihat bahwa proses ini tidak etis," jelas Karding.

Apa tidak takut dipecat dari PKB, mengingat dalam sejarah PKB yang melawan justru dipinggirkan?

"Itu (pemberhentian) kan efek risiko saja, kalau kita ngaku PKB bagian dari instrumen demokrasi tidak boleh ada seperti itu. Tentu ada aturannya. Tidak gampang, kita punya hak," kata Karding.
(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads