Pria berusia 28 tahun itu tersungkur ketika peluru polisi mengenainya di parkiran Bintaro Plasa, Tangerang, Kamis (27/3/2008) siang. Polisi terpaksa melepaskan tembakan karena Buyung tertangkap basah hendak melepas borgolnya dan melarikan diri.
Sebenarnya pihak berwajib sudah memberikan tembakan peringatan. Tapi pemilik nama lengkap Hendra Reinaldi itu cuek. Dooor! Pistol polisi pun menyalak.
"Terpaksa kami tembak karena berusaha melarikan diri," kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Sutrisno di markasnya, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan.
Buyung memang sudah cukup lama menjadi incaran polisi. Polisi harus berpura-pura menjadi pembeli untuk menangkapnya. Dan Buyung berhasil dibekuk dengan barang bukti heroin seberat 0,8 gram.
"Dari pengakuan tersangka, dia mendapat barang dari Anton di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat," terang Sutrisno.
Buyung menjual barang dagangan terlarangnya ituu seharga Rp 700 ribu. Dengan harga itu, dia mengambil untung Rp 200 ribu.
Namun kini Buyung tak beruntung menikmati keuntungan heroinnya. Dia malah buntung harus mendekam kedinginan di sel Polres Jaksel. "Kami masih mengembangkan jaringannya," pungkasnya.
(asp/ana)











































