Pengamat LIPI: PKNU Paling Diuntungkan dari Konflik PKB

Muhaimin Dicopot

Pengamat LIPI: PKNU Paling Diuntungkan dari Konflik PKB

- detikNews
Kamis, 27 Mar 2008 14:48 WIB
Jakarta - Konflik internal di tubuh PKB tidak pernah berhenti. Baru-baru ini Muhaimin Iskandar, ketua umum partai berlambang bintang sembilan itu dicopot melalui rapat pleno partai.

Partai pecahan PKB seperti Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) menjadi partai yang paling diuntungkan dari konflik tersebut.

"Jelas yang diuntungkan ya partai-partai kecil pecahan PKB, apalagi ada seperti PKNU," ujar pengamat politik dari LIPI Prof Syamsudin Haris usai rapat dengar pendapat umum dengan pansus RUU Pilpres di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2008).

Syamsudin menyayangkan konflik yang terus melanda PKB. Apalagi konflik yang berbuntut ditendangnya Muhaimin muncul menjelang Pemilu 2009.

"Ini patut disayangkan. Konflik internal bukan berkurang malah bertambah. Apalagi menjelang pemilu, dampaknya saya perkirakan dukungan PKB akan turun jauh signifikan," jelas Syamsudin.

Penurunan jumlah dukungan itu, lanjut Syamsudin, bisa menimbulkan antipati konstituen PKB hingga beralih kepada partai NU lain seperti PKNU.

Syamsudin menyayangkan sikap Gus Dur yang semakin otoriter di tubuh PKB. Konsep pembersihan internal yang dilakukan Gus Dur sebaiknya tidak ditunjukkan dengan melakukan pencopotan-pencopotan.

"Konsep pembersihan ini harus didefinisikan lagi apa yang dimaksud. Memang faktor Gus Dur yang paling berperan. Sepertinya ada personalisasi Gus Dur dalam tubuh PKB yang semakin kuat. Itulah dilema PKB. Penegakan demokratisasi internal yang tidak baik," tandas dia.
(nik/nrl)


Berita Terkait