Gus Choi Harap Cak Imin Tidak Bernasib Seperti Matori

Gus Choi Harap Cak Imin Tidak Bernasib Seperti Matori

- detikNews
Kamis, 27 Mar 2008 13:17 WIB
Jakarta - Ketua DPP PKB Effendy Choirie alias Gus Choi meminta Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar untuk legowo, menerima putusan sidang pleno yang meminta mundur. Dengan demikian, Gus Choi berharap Muhaimin alias Cak Imin tidak bernasib seperti Matori Abdul Djalil.

Gus Choi sangat yakin Cak Imin akan bisa menerima putusan tersebut. Dia berharap sahabatnya itu tidak melakukan perlawanan dan mau menemui Gus Dur untuk menyatakan menerima keputusan tersebut dengan ikhlas.

"Cak Imin itu anak ideologis Gus Dur. Dia memahami betul perjuangan dan pemikirannya. Dia melanjutkan perjuangan Gus Dur itu untuk kebijakan-kebijakan partai yang dipimpinnya sesuai hasil muktamar Semarang. Saya berharap Cak Imin tidak bernasib seperti Pak Matori, Alwi Shihab, yang melakukan perlawanan dan melakukan hal-hal yang kontras dengan Gus Dur sebagai bapak idelologisnya," kata Gus Choi di gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Choi yang mengaku pernah hidup bersama Cak Imin, baik di PMII maupun dalam pembentukan dan pembesaran PKB, sangat dapat memahami rasa pahit yang saat ini dirasakan Cak Imin. Namun, sebagai suatu ujian, hal itu harus dimaknai untuk diambil hikmahnya.

"Meskipun keputusan DPP PKB ini pahit bagi Muhaimin, sebagai kader, menurut saya, dia bisa menerima. Barangkai ini menjadi hikmah bagi Muhaimin dan PKB ke depan," kata dia.

Ketika ditanya apakah benar Muhaimin menggalang kekuatan untuk menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB), dengan tegas Gus Choi mengatakan, "Gak ada itu." Namun, Gus Choi yang mengikuti rapat pleno Rabu (26/3/2008) malam, tidak mau cerita detil mengenai isi rapat tersebut.

Menurut Gus Choi, sejak lahir, PKB memang selalu diuji. "Mulai dari partai yang dibentuk Pak Syukron Makmun, Abu Hasan, dan Pak Yusuf Hasyim. Kemudian diuji dengan Pak Matori dan Pak Alwi. Mudahan-mudahan ini ujian yang sangat berat ini menjadi yang terakhir," ujar dia. (asy/nrl)


Berita Terkait