Hal itu terjadi saat 13 wartawan dari berbagai media massa nasional termasuk detikcom mengunjungi gudang penampungan biji mineral yang siap dikapalkan di Pelabuhan NNT Banete, Maluk, Sumbawa Barat, NTB, Selasa (25/3/2008).
"Wah, kita berjalan di atas emas nih," celetuk Mansyur, seorang wartawan kawakan dari sebuah harian sore Ibukota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biji ini nggak bisa disuling dengan mudah. Butuh panas yang tinggi untuk bisa mendapatkan emasnya," kata staf bagian Filtration NNT, Satria, seakan menjawab 'pikiran kotor' kami.
Satria menjelaskan, biji mineral yang menggunung itu mengandung tembaga, emas dan mineral. Kandungan terbesar adalah tembaga yang mencapai 20-25 persen.
"Kalau emas paling 0,04 gram per tonnya," jelas Satria.
Namun biar hanya mengandung emas 'sedikit' itu, para wartawan ini tak mau melewatkan kesempatan berpose di kaki gunung emas milik Newmont itu. "Klik!" Kami pun berpose ramai-ramai di kaki gunung emas. (aba/asy)











































