Materi utama yang dipelajari dalam simulator approach and landing accident reduction (ALAR).
Simulator ini merupakan rangkaian acara Simposium Keselamatan Operasi Penerbangan yang digelar di Garuda Indonesia Training Center (GiTC), Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (27/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu per satu pilot dan kopilot masuk ke dalam simulator yang berbentuk kotak putih besar. Peralatan dalam simulator sangat lengkap mirip kokpit pesawat. Sang pilot duduk di kursi depan kiri. Sedangkan kopilot di bagian kanan. Di kursi belakang ada instruktur yang mengawasi.
Terdengar suara-suara dari menara pengawas yang memandu penerbangan. Keadaan dalam simulator seperti keadaan dalam penerbangan sesungguhnya. Bila langit cerah tergambar langit biru dan ada awan.
Namun saat cuaca buruk, selain ada goncangan kokpit, kaca kokpit pun digambarkan bak ditutup kabut dan awan sehingga pandangan pilot terganggu. Demikian pula saat take off dan landing.
"Latihan ini sangat penting karena kecelakaan terjadi saat approach dan landing. Ini yang jadi fokus latihan kita. Approach dan landing menghabiskan 80 % dari skill pilot. Sebagai gambaran, take off hanya 65% skill pilot," kata Kapten Pilot Garuda Lucky Luksmono.
Menurut dia, pilot dilatih mendaratkan pesawat di Bandara Palembang karena landasan pacunya pendek 7.200 feet. "Nah di sini dituntut kemampuan pilot untuk menguasai pesawatnya," ujarnya. (aan/nrl)











































