Setidaknya itulah pandangan Direktur Indo Barometer Indonesia M Qodari. Hal itu disampaikan dia dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (27/3/2008).
"Dari analisis historis, peluang Yenni lebih besar. Sekarang kan dia Sekjen. Lagi pula dia memiliki kedekatan dengan Gus Dur yang memiliki figur sentral," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu, dia harus di-back up orang-orang yang solid secara administrasi sehingga bisa jalan. Itu kalau memprioritaskan eksistensi partai," bebernya.
Bila Yenni menjadi Ketua Umum PKB, maka dia harus menunjuk Sekjen yang sangat dipercaya, memiliki manajerial bagus, dan memiliki jaringan komunikasi luas dengan PKB.
"Kalau berkonflik, maka tokoh sentral (Gus Dur) yang pegang. Tapi kalau tidak bisa ya tokoh yang dekat dengan tokoh sentral," jelas pria berkacamata ini.
Muhaimin & DPR
Dengan dicopotnya Muhaimin dari kursi Ketua Umum PKB, maka jabatannya di DPR pun terancam. Namun semua itu tergantung AD/ART PKB.
Namun, jelas Qodari, menurut UU 2/2008 tentang Parpol, kekuasaan pengurus partai semakin besar. Jadi bila dipecat dari PKB, otomatis yang bersangkutan gugur di DPR.
"Partai juga punya hak untuk pergantian antarwaktu (PAW). Ini karena kekuatan parpol lebih besar. Tergantung political will ketua tanfidz baru, apakah mau mepertahankan atau menghilangkan," pungkasnya.
(nvt/nrl)










































