Pengamat: Jaga Eksistensi Partai, Yenni Pas Gantikan Cak Imin

Pengamat: Jaga Eksistensi Partai, Yenni Pas Gantikan Cak Imin

- detikNews
Kamis, 27 Mar 2008 11:57 WIB
Jakarta - Siapa pengganti Muhaimin Iskandar untuk di kursi Ketua umum PKB ditentukan 2 minggu lagi. Nama Yenni Wahid dan Ali Masykur Musa mengemuka. Namun Yennilah yang dinilai paling pantas menjaga eksistensi partai.

Setidaknya itulah pandangan Direktur Indo Barometer Indonesia M Qodari. Hal itu disampaikan dia dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (27/3/2008).

"Dari analisis historis, peluang Yenni lebih besar. Sekarang kan dia Sekjen. Lagi pula dia memiliki kedekatan dengan Gus Dur yang memiliki figur sentral," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Qodari, Yenny memiliki kelebihan menjaga keamanan dan eksistensi partai sementara ini. Namun Yenny memiliki kelemahan jam terbang yang minim di dunia politik bila dibandingkan Ali Masykur.

"Untuk itu, dia harus di-back up orang-orang yang solid secara administrasi sehingga bisa jalan. Itu kalau memprioritaskan eksistensi partai," bebernya.

Bila Yenni menjadi Ketua Umum PKB, maka dia harus menunjuk Sekjen yang sangat dipercaya, memiliki manajerial bagus, dan memiliki jaringan komunikasi luas dengan PKB.

"Kalau berkonflik, maka tokoh sentral (Gus Dur) yang pegang. Tapi kalau tidak bisa ya tokoh yang dekat dengan tokoh sentral," jelas pria berkacamata ini.

Muhaimin & DPR

Dengan dicopotnya Muhaimin dari kursi Ketua Umum PKB, maka jabatannya di DPR pun terancam. Namun semua itu tergantung AD/ART PKB.

Namun, jelas Qodari, menurut UU 2/2008 tentang Parpol, kekuasaan pengurus partai semakin besar. Jadi bila dipecat dari PKB, otomatis yang bersangkutan gugur di DPR.

"Partai juga punya hak untuk pergantian antarwaktu (PAW). Ini karena kekuatan parpol lebih besar. Tergantung political will ketua tanfidz baru, apakah mau mepertahankan atau menghilangkan," pungkasnya.
(nvt/nrl)


Berita Terkait