"Saya perlu laporan tertulis yang jelas dan menyatakan siapa yang memberi, berapa besarnya dan siapa yang menerima agar tidak simpang siur," ujar Agung di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2008).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku belum mengetahui laporan LSM yang menyebut dugaan dana yang mengalir sekitar Rp 2,6 miliar itu. Meski demikian, Agung meminta kasus tersebut diusut agar tidak menimbulkan hal yang negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung menjelaskan, dirinya secara institusi sudah mengirim surat kepada seluruh lembaga dan departemen yang berkaitan dengan DPR agar tidak memberikan imbalan apa pun.
"Surat edaran yang saya tanda tangani tahun lalu sudah saya edarkan. Tujuannya agar pemerintah tidak memberikan apa pun baik untuk legislasi, budgeting atau pengawasan," jelas dia.
(nik/nrl)











































