Konflik internal PKB mencuat lagi dengan dicopotnya Muhaimin Iskandar dari posisi sebagai Ketua Umum PKB.
"Bagaimanapun, konflik merugikan diri sendiri. Konflik PKB pada 2005-2007 lebih mendalam dan luas dibanding fase Matori Abdul Djalil pada 2001. Ini bisa jadi momok PKB di Pemilu 2009," ujar Direktur Indo Barometer M Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (27/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat kondisi itu, bukan tidak mungkin suara PKB akan menciut lagi pada Pemilu 2009 yang memang sudah dekat pelaksanaannya. Bila itu terjadi, tentunya akan menjadi bencana besar PKB. Meski memang Qodari mengakui, PKB bisa bertahan di elektoral walaupun organisasinya sedang babak belur.
"Konflik ini bisa mengganggu konsentrasi PKB jelang 2009. Di partai itu sering sekali terjadi konflik, malah jadi muncul pelesetan di masyarakat PKB itu singkatan Partai Keseringan Berantem," sambung pria berkacamata ini.
Banyaknya konflik internal, menurut Qodari, karena institusionalisasi kepemimpinan di PKB bermasalah. "Konflik di mana pun ada penyebab internal dan eksternal. Jadi ya harus bercermin pada diri sendiri," tandasnya.
(nvt/nrl)











































