Jangan dibayangkan mobil hibrida ala Sumbawa itu berwujud mobil. Mobil hibrida di sana bentuknya campuran cikar, dokar dan mobil, disingkat cidomo. Dan itulah julukan untuk mobil hibrida ala Sumbawa, cidomo.
Sekilas tampangnya tak jauh berbeda dengan dokar yang biasa kita lihat di Jawa. Namun jika dilihat pada roda, ternyata sudah menggunakan ban mobil.
"Disebut cikar karena ada gerobak. Dokar karena ada kuda yang menarik dan mobil karena ada ban mobil yang dipakainya," jelas Lalu Nasib, sopir mobil yang mengantar rombongan wartawan yang hendak menyeberang ke Sumbawa.
Kendaraan 'hibrida' ini banyak sekali dijumpai di sepanjang jalan di Lombok dan Sumbawa dalam perjalanan press tour 13 wartawan media nasional yang difasilitasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Di beberapa tempat di Sumbawa, cidomo juga disebut dengan nama 'benhur'
Berapa ongkos naik cidomo ini? "Saya bayar Rp 2.000, soalnya pakai barang belanjaan," ungkap Ibu Wati yang di pelataran parkir cidomo di Pasar Maluk, Sumbawa Barat, Rabu (26/3/2008).
Cidomo yang dinaiki Wati kemudian berjalan. Terdengar bunyi sepatu kuda tak-tik-tak-tik meningkahi. Ini baru kendaraan ramah lingkungan!
(aba/ana)











































