Jenazah Sudiksa diberangkatkan dari rumah kakeknya, Ketut Tantri, di Dusun Kalanganyar, Seraya, Karangasem, Bali, sekitar pukul 15.00 Wita, Rabu (26/3/2008). Ratusan pelayat ikut mengantar jenazah bocah malang itu ke tempat peristirahatannya yang terakhir di TPU setempat.
Saat jenazah diberangkatkan langit tampak mendung. Dan tak lama kemudian, hujan gerimis pun turun. Namun menjelang jenazah dimakamkan, hujan semakin deras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama proses pemakaman berlangsung, Wayan Sulastry, ibunda Sudiksa, tidak kuasa menahan kesedihan. Wanita ini terlihat sangat terpukul dengan kematian anaknya yang tragis. Beberapa orang mencoba menenangkan Sulastry yang meronta sambil berteriak memanggil-manggil nama anaknya.
Kematian Sudiksa juga membuat sedih teman-teman sekelasnya di SDN 4 Seraya. Mereka mengaku kehilangan teman yang baik. "Kita semua sedih. Dia anaknya baik," ujar Gede Dharma, salah seorang teman Sudiksa. (djo/nrl)











































