"Kalau dulu permainan antara travel dan Depag, sekarang bisa saja Depag bermain dengan banyak orang sekaligus dengan travel-travel. Ini artinya permainan nakal tetap saja ada, bahkan bisa semakin beragam. Ini bisa jadi lahan subur lagi," ujar anggota Komisi VIII DPR RI DH Al Yusni dalam pesan tertulisnya kepada detikcom, Rabu (26/3/2008).
Selain makin beragam, sambung dia, peluang penyimpangan akan kian tersentralisasi di Depag. "Bola sekarang ada di tangan Depag. Artinya 'nilai jual' mereka akan semakin mahal. Terlebih lagi peminat haji khusus lebih banyak ketimbang kuota," beber Yusni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai sibuk ngurusi haji khusus sementara haji reguler terbengkalai," tandas Yusni. (nvt/nrl)











































