"Harusnya Departemen Perhubungan bukan mencabut izin operasinya kemarin, tapi dulu. Ke mana yang namanya DSKU? Yang paling bertanggung jawab Direktur DSKU karena dialah yang memberikan izin," ujar pengamat kebijakan publik dan transportasi Agus Pambagio.
Hal itu disampaikan Agus pada detikcom, Rabu (26/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DSKU harus independen. Kalau begitu patut diduga ada permainan uang, kenapa bisa lolos pada C-check (pemeriksaan setelah 4.500 jam terbang)? Kan harusnya ketahuan," tukas Agus.
Agus juga pernah menyarankan pada Menhub Jusman Syafii Djamal agar DSKU direformasi, entah diganti personelnya, ditambah pelatihannya hingga ditingkatkan gajinya.
"DSKU direformat orangnya, diganti, dikasih sanksi tapi gajinya tinggi. Persoalannya mereka pegawai negeri, kalau digaji tinggi nanti yang lain ribut," kata Agus.
Agus juga belum melihat perbaikan pasca beruntunnya kecelakaan pesawat selama tahun 2007 silam. Masih banyak perbaikan yang belum dilakukan DSKU.
Agus juga menilai pejabat Dephub harusnya tak saling mengelak ketika diminta pertanggungjawaban kecelakaan AdamAir itu.
"Memang waktu itu zamannya Pak Ihksan Tatang (Dirjen Perhubungan Udara waktu itu) yang sudah ex-officio. Namun, kapan pun kejadiannya, pejabat yang sekarang ya harus bertanggung jawab," kata Agus.
Namun, Agus salut atas rilis investigasi KNKT tentang kecelakaan AdamAir yang dinilainya sangat lengkap dan jelas. "Saya angkat topi buat Menhub. Laporannya lengkap," puji eks pengurus YLKI ini.
Dalam laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tentang kecelakaan AdamAir di Majene, Selasa 25 Maret 2008 kemarin, laporan pilot dan laporan perawatan menunjukkan ada kerusakan pada alat navigasi.
Antara bulan Oktober-Desember 2006 tercatat 154 defect (kerusakan) yang langsung dan tidak langsung pada inertial reference system (IRS). IRS merupakan alat yang berfungsi memberikan input pada autopilot system pesawat.
Menanggapi hal ini kemarin, Menhub Jusman Syafii Djamal mempersilakan bertanya pada Dirjen Perhubungan Udara Budhi M Suyitno.
Ketika ditanyakan kepada Budhi, dia mengatakan waktu kecelakaan terjadi dia tidak menjadi Dirjen. "Itu, bukan zaman saya menjabat sebagai Dirjen Perhubungan Udara," katanya. (nwk/nrl)










































