Selama dalam perjalanan ke Puskesmas, tubuh anak bernama Komang Sudiksa (9) itu tidak bergerak sama sekali. Tangisan ibu dan panggilan sang ayah juga tak membuat murid kelas III SD No 4 Seraya, Karangasem, Bali itu bereaksi.
"Sesampainya di Puskesmas dokter tidak bisa berbuat banyak. Anaknya saya sudah meninggal," kata Sukadana di rumahnya, Dusun Kalanganyar, Desa Seraya Barat, Karangasem, Rabu (26/3/2008).
Peristiwa memilukan dialami pasangan suami istri tersebut pada Selasa (25/3/2008). Saat pulang berdagang di Pasar Seraya sekitar pukul 06.00 Wita, mereka memanggil-manggil Sudiksa. Namun berulangkali nama Sudiksa disebut, tak kunjung ada jawaban.
Keduanya pun kemudian mencari sang buah hati ke dalam kamar. Namun betapa terkejutnya mereka saat menyaksikan tubuh Sudiksa tergantung dengan sehelai selendang. Pemandangan ini langsung membuat Sulastry menjerit histeris.
Polisi dari Polres Karangasem yang menangani kasus ini tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun polisi tetap akan mengusut tuntas kasus kematian bocah ini. Dugaan sementara, bocah tersebut meninggal karena bunuh diri.
"Tidak ditemukan bekas pukulan atau luka pada tubuh korban kecuali bekas jeratan di leher korban," kata Kapolres Karangasem AKBP Istiyono. (djo/nrl)











































