Perdebatan Wamenlu Tidak Produktif, Harus Diakhiri

Perdebatan Wamenlu Tidak Produktif, Harus Diakhiri

- detikNews
Rabu, 26 Mar 2008 07:27 WIB
Jakarta - Perdebatan jabatan wakil menlu dinilai tidak produktif. FPPP meminta perdebatan mengenai hal itu diakhiri dan menyerahkan pada presiden untuk memilih siapa yang akan mengisi jabatan baru itu.

"Perdebatan soal wamenlu itu sudah tidak produktif lagi. Harus diakhiri. Para politisi, akademisi dan pengamat bukan dalam posisi menyetujui atau tidak, biarkan presiden yang menentukan," kata Ketua FPPP Lukman Hakim Saefuddin pada detikcom, Rabu (26/3/2008).

Menurut ketua DPP PPP ini, bangsa Indonesia harus membiasakan kritik setelah terjadi kegagalan. Kasus wamenlu yang belum ada orangnya dan kinerjanya tidak bisa ditolak membabi buta. Semua pihak diminta memberikan kesempatan untuk merealisasikan konsep usulan presiden tersebut.

"Setelah wamenlu itu dilantik dan kinerjanya buruk baru dikritisi. Jangan belum apa-apa sudah ditolak. Apalagi kita ini sistemnya masih presidensial," terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan wakil ketua FPAN Djoko Susilo. Menurutnya wakil menlu sangat dibutuhkan di tengah lemahnya diplomasi Indonesia dengan negara-negara asing.

"Wakil menlu sangat penting. Tanpa ada posisi tersebut akan semakin membuat diplomasi RI kedodoran. Apalagi pos itu di luar negeri juga ada," kata Djoko.

Terkait figur yang layak, Djoko berharap wamenlu diisi oleh orang politik. Alasannya menlu yang ada sekarang representasi profesional dan karier.

"Posisi wamenlu sebaiknya diisi oleh politisi yang kompeten karena menlu sekarang dari orang karier dan profesional," pungkas Djoko. (yid/nrl)


Berita Terkait