Merasa Dilecehkan, Pengusaha Asal Indonesia Tuntut Polisi Jerman

Merasa Dilecehkan, Pengusaha Asal Indonesia Tuntut Polisi Jerman

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2008 23:00 WIB
Jakarta - Pengusaha di bidang peralatan kesehatan Indonesia bernama Surya G Widjaja menuntut polisi Jerman yang telah dianggap melakukan pelecehan. Pelecehan yang terjadi dilakukan terhadap pengusaha ini pada November 2007 lalu di Jerman.

Kuasa hukum Surya G Widjaya bernama Jur Mike Rinker sudah menunjukkan tuntutan setebal 25 halaman ke pihak kejaksaan setempat. Selain polisi yang dituntut, Suryawijaya juga menuntut BS Card Service sebagai corespondens Visa Card.

"Nama polisi yang saya tuntut Marieke Hildebrand pangkatnya obermeisterin," kata Suryawijaya yang dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (25/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Suryawijaya, tuntutan yang dilakukannya kepada polisi Jerman dan perusahaan kartu kredit tersebut guna mencari keadilan, serta martabat bangsa Indonesia. Lantas Dia menceritakan kembali awal kejadian pelecehan yang menimpanya itu.

Suryawijaya berkunjung ke Jerman pada tanggal 15 November 2007 lalu untuk menghadiri suatu pameran peralatan kesehatan. Namun nasib apesnya saat berada di Jerman, justru menerima perlakuan yang dianggapnya pelecehan oleh sejumlah polisi.

"Saat itu kami membeli cincin Bvlgari di Duesseldorf Jalan Konigsalle No 24 Jerman. Transaksi pembayaran cincin tersebut, kami lakukan dengan menggunakan kartu kredit Panin Bank Visa Platinum tidak mengalami kendala apapun, semua berjalan baik," kenangnya.

Tiba-tiba, sepuluh menit kemudian setelah meninggalkan Toko Bvlgari, dua orang polisi memberhentikan Surya dan menanyakan passport. Setelah passportnya diberikan, beberapa menit kemudian datang tiga orang polisi (satu orang perempuan dan dua orang laki-laki, salah satunya mengenakan pakaian preman).

Para polisi itu langsung melakukan penahanan terhadap Surya dengan alasan pihak Bvlgari menelepon polisi, karena kartu kredit Surya diduga palsu. Saat itu, polisi tidak memperbolehkan Surya menelepon kepada siapa pun.

"Saya benar-benar kaget dan sakit hati," imbuhnya.

Dua puluh menit kemudian, polisi itu menyerahkan paspor dan kartu kredit Surya yang memang tidak bermasalah. "Kami pun diperbolehkan meninggalkan tempat kejadian. Yang menyakitkan, mereka tidak meminta maaf kepada kami. Mereka langsung pergi begitu saja," ujar Surya geram.

Menurut Surya, perlakuan itu sebagai pelecahan pada dirinya dan bangsa Indonesia. "Karena itu kami melakukan tuntut," pungkasnya. (zal/ken)


Berita Terkait