Rp 3 Miliar untuk Satu Stasiun Pemantau Udara Ibukota

Rp 3 Miliar untuk Satu Stasiun Pemantau Udara Ibukota

- detikNews
Selasa, 25 Mar 2008 16:23 WIB
Jakarta - Kualitas udara Ibukota yang sarat polusi membuat Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta merasa perlu menambah stasiun pemantau udara (SPU) road side. Namun pengadaan alat ukur kualitas udara itu perlu duit yang tidak sedikit.

"Mudah-mudahan kita bisa menambah. Kebutuhannya banyak, harganya mahal. Ya sekitar 3 miliaranlah. Itu kan sistem, bukan manual," kata Kepala BPLHD DKI Jakarta, Budirama Natakusumah di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2008).

Menurut Budirama, rencananya tahun ini pemerintah akan membeli SPU road side yang
akan dipasang di kawasan Sudirman atau Kuningan. Dananya akan diusahakan dari APBD. Namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut rinciannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aduh nggak tahu deh berapa (dananya). Nggak hafal," elaknya.

Budirama menjelaskan, saat ini SPU road side di Jakarta berjumlah 5 unit. "Saat ini ada lima. Itu juga yang satu sudah rusak," imbuhnya.

SPU itu, lanjut dia, dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup. Empat SPU yang masih berfungsi berada di Bintaro, Senayan (Jakarta Selatan), Kemayoran (Jakarta Pusat), dan dekat Kantor Walikota Jakbar. (fiq/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini